07:22:47 - 27.07.2016
Powered By JosXP.com

Anda Pengunjung ke:

Untuk Kalangan Sendiri

Website Ini Untuk Kalangan Sendiri, Untuk Kalangan Kristen dan Katolik. Artikel di ambil dari berbagai sumber.
Isi di luar tanggung jawab redaksi.Jika ada pertanyaan, silahkan email redaksi = admin@yesuskristus.com

S u r v e y

Apakah anda percaya adanya Surga dan Neraka?
 
Selain Yesus, siapakah Tokoh Alkitab favorit anda?
 
Jika anda mati malam ini, anda akan pergi ke:
 
Baptisan Apa Yang Anda Alami
 
Apakah Anda Memberi Persepuluhan Ke Gereja?
 
HOME
Welcome to YesusKristus.com
Apakah Perpuluhan Untuk Orang Kristen? (1/3)

 

12 Hal Yang Tidak Pernah Diajarkan Oleh Gereja Anda

 

Persepuluhan merupakan topik yang sangat sensitif buat gereja. Maklumlah… ini, kan, masalah fulus. Oleh karena itu maaf beribu maaf. Kali ini saya agak serius bahasanya. Tulisan ini merupakan yang pertama dari tiga tulisan mengenai persepuluhan.

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai persembahan persepuluhan yang jarang diajarkan oleh gereja masa kini.

1. Seluruh bani Lewi menerima persepuluhan

Hanya kepada bani Lewi ini sajalah persepuluhan ini harus diberikan.

Kata TUHAN kepada Harun, “Segala persembahan sepersepuluhan orang Israel Kuberikan kepada orang-orang Lewi. Itulah bagian warisan mereka untuk pekerjaan mereka di Kemah-Ku.” (Bil 18:21, BIS)

Sebagai catatan, ada 2 golongan bani Lewi dan mereka ini semuanya menerima persembahan persepuluhan:

  1. Imam
  2. Pelayan

Imam adalah satu-satunya pihak yang boleh memasuki ruang maha kudus di Bait Suci dan melakukan persembahan korban di altar. Ia haruslah berasal dari keturunan Harun.

Pekerjaan pendukung lainnya di Bait Suci dilakukan oleh golongan pelayan. Contohnya:

Pelayan tidak boleh memasuki ruang maha kudus. Bahkan imam yang memperbolehkan pelayan masuk ke ruang ini bersama dengan pelayan yang melakukan pelanggaran ini harus dihukum mati (Bil 18:3).

Dalam era gereja modern, imam Lewi sepadan dengan pendeta; sedangkan pelayan Lewi sepadan dengan pemimpin pujian, pemusik maupun usher. Anehnya, dalam gereja modern, anggota paduan suara atau usher tidak pernah mendapatkan bagian dari persepuluhan. Kecian ya?

2. Penerima persepuluhan adalah pekerja paruh-waktu

Alasan gereja modern hanya memberikan persepuluhan kepada para pendeta dan bukan kepada pemusik, usher, dkk. adalah karena golongan yang terakhir ini bukanlah full-timer di gereja. Padahal dalam Perjanjian Lama, baik imam maupun pelayan hanya bekerja paruh-waktu di Bait Suci!

“Perintahkan kepada umat Israel untuk memberikan kota-kota di daerah mereka kepada orang Lewi untuk tempat tinggal mereka. Kamu juga harus memberikan kepada orang Lewi tanah penggembalaan di sekitar kota itu. Kota-kota itu akan menjadi tempat tinggal mereka dan tanah penggembalaannya untuk binatang serta ternak mereka.” (Bil 35:2-3, AYT)

Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa bani Lewi bekerja menggembalakan hewan ternak di tempat tinggal mereka: kota-kota orang Lewi (i.e. Levitical cities). Jumlahnya ada 48 kota (Yos 21) yang tersebar di sekitar Yerusalem. Selain itu, para imam dan pelayan dibagi dalam 24 grup (1 Taw 24) yang bertugas secara bergiliran di Bait Suci. Tiap grup bekerja selama 7 hari (1 Taw 9:25), yang bermula dan berakhir pada hari Sabat (2 Taw 23:8). Kesimpulannya: dari total 24 minggu, hanya 1 minggu saja para imam bertugas di Bait Suci!

3. Penerima persepuluhan tidak boleh memiliki properti

Percaya atau tidak, tapi inilah kenyataannya: bani Lewi yang menerima persembahan persepuluhan, baik imam maupun pelayan, tidak boleh memiliki tanah tempat tinggal.

TUHAN berkata kepada Harun, “Kamu tidak akan mendapat bagian dari tanah pusaka di tengah-tengah mereka. Bangsa Israel akan memperoleh tanah yang telah Kujanjikan, tetapi Akulah bagianmu…. Akan tetapi, orang Lewi akan melakukan pelayanan mengurus Kemah Pertemuan. Mereka harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya. Itulah peraturan yang berlaku selamanya dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mendapat tanah pusaka yang telah Kujanjikan kepada orang Israel lainnya.” (Bil 18:20, 23, AYT)

Sebagai gantinya, Yahweh memerintahkan bangsa Israel untuk meminjamkan tanah kepada bani Lewi agar mereka memiliki tempat tinggal, seperti dinyatakan dalam Bil 35:2-3. Jadi kalau mau menjalankan persepuluhan secara Alkitabiah, seharusnya pendeta yang menerima persepuluhan tidak boleh memiliki properti. Bandingkan dengan Pendeta Kong Hee yang memiliki apartemen seharga S$10 juta dan Pendeta David Aswin Tanuseputra yang punya apartemen di Australia dan Singapura! Walahyuuuuu….

4. Persepuluhan selalu dalam bentuk makanan, bukan uang

Tuhan tidak pernah kekurangan. Sebaliknya, Tuhan adalah Jehovah Jireh:Tuhan yang menyediakan segala sesuatu bagi umat-Nya.

Sepersepuluh dari seluruh hasil tanah, baik gandum maupun buah-buahan, adalah untuk TUHAN. Kalau seseorang mau menebus sebagian dari hasil itu, ia harus membayar harganya yang sudah ditentukan ditambah dua puluh persen. Satu dari tiap sepuluh ekor ternak adalah milik TUHAN. Kalau ternak itu dihitung, setiap ekor ternak yang kesepuluh menjadi milik TUHAN. (Ima 27:30-32, BIS)

Persepuluhan merupakan bentuk provisi Tuhan untuk bani Lewi (beserta keluarganya) yang memiliki pelayanan di Bait Suci siang dan malam. Tanpa persepuluhan, bani Lewi akan pusing mengurusi masalah perut bagi dirinya dan keluarganya. Itulah sebabnya dalam Maleakhi 3:10 dikatakan “… supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku.” Sekali lagi makanan. Bukan uang.

Hmmh…, saya bisa membaca pikiran Anda: “Pasti di zaman itu tidak ada uang!” Baiklah. Saya terima tantangan Anda.

Kalau tempat yang dipilih TUHAN Allahmu terlalu jauh dari rumahmu, sehingga sepersepuluh dari hasil tanahmu yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu tak dapat kamu bawa ke situ, maka juallah bagian dari hasil tanahmu itu, dan bawalah uangnya ke tempat yang dipilih TUHAN Allahmu. Belanjakanlah uang itu untuk apa saja yang kamu inginkan–sapi atau kambing domba, air anggur atau minuman keras–lalu di tempat itu, di hadapan TUHAN Allahmu, kamu dan keluargamu harus makan bersama dan bersenang-senang. (Ula 14:24-26)

Ayat di atas membuktikan bahwa uang sudah ada di zaman itu. Namun lebih dari itu, hal ini menunjukkan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang praktis. Ia tidak ingin anak-anak-Nya kerepotan dalam hal persepuluhan. Bahkan dari ayat ini, kita temukan salah satu konsep yang luar biasa: seluruh anggota gereja, baik jemaat maupun pendeta, menikmati persepuluhan bersama-sama. Lisoi!

5. Imam hanya mendapat sepersepuluh dari persepuluhan

Ini konsep yang tidak pernah diajarkan oleh gereja zaman sekarang, bahwa sesungguhnya para pendeta hanya mendapatkan 1/10 dari persepuluhan jemaat.

TUHAN menyuruh Musa menyampaikan perintah ini kepada orang Lewi: Apabila kamu menerima dari orang Israel persembahan sepersepuluhan yang diserahkan TUHAN kepadamu untuk bagianmu, kamu harus memberi sepersepuluh bagiannya kepada TUHAN untuk persembahan khususmu. … Persembahan khusus itu harus kamu serahkan kepada Imam Harun. (Bil 18:26-28, BIS)

6. Persepuluhan bukanlah yang pertama dari segala penghasilan

Banyak pendeta yang tidak bisa membedakan antara persembahan sulung (first-fruits/first-born offerings) dan persembahan persepuluhan (2 Taw 31:5). Persembahan sulung adalah yang “pertama”, sedangkan persepuluhan adalah yang “kesepuluh”. Persembahan sulung merupakan bagian awal dari hasil panen, dan jumlahnya relatif kecil, sedemikian hingga muat dalam satu keranjang (Ula 26:2)… inipun harus dikonsumsi di dalam Bait Suci (Bil 18:10) oleh imam dan tidak boleh dibungkus untuk dibawa pulang! Selain itu, tidak pernah dikatakan dalam Perjanjian Lama bahwa persepuluhan harus dibayar di muka dan harus yang terbaik.

7. Hanya tuan tanah yang membayar persepuluhan

Imamat 27:30-32 hanya berlaku bagi pemilik tanah pusaka, alias tuan tanah. Sepersepuluh dari segala sesuatu yang berasal dari tanah pusaka (e.g.: hewan ternak dan hasil pertanian) harus disisihkan sebagai persembahan. Tidak pernah ada dicatat dalam sejarah Alkitab mengenai persepuluhan berbentuk ikan, susu, kapas, atau uang yang berasal dari usaha kerajinan tangan atau pekerjaan konstruksi bangunan. Oleh karena itu tukang bangunan, tukang kayu dan nelayan tidak membayar persepuluhan.

8. Pada tahun ketujuh dan tahun Yobel kelimapuluh, persepuluhan ditiadakan

Mengenai tahun ketujuh:

Namun, pada tahun ketujuh, kamu harus membiarkan ladangmu begitu saja. Jangan menanam apa pun di ladangmu. Jika ada gandum tumbuh di sana, biarkanlah orang miskin memilikinya. Jika ada yang tersisa, biarkan itu dimakan binatang liar. Lakukanlah hal yang sama terhadap kebun anggur dan pohon zaitunmu. (Kel 23:11, AYT)

Tahun Yobel (jubileum):

Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang. (Ima 25:11-12)

Selama saya hidup di dunia ini, belum pernah saya temukan gereja yang menekankan persepuluhan mengajarkan jemaatnya untuk berhenti memberikan persepuluhan. Yang ada malah ngejar setoran!

9. Orang miskin tidak membayar persepuluhan

Di sini kita bisa melihat betapa Tuhan adalah maha penyayang dan penuh belas kasih.

Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. (Ula 26:12)

Tuhan tidak meminta orang miskin untuk ikut mengambil tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan bani Lewi. Sebaliknya, orang asing, anak yatim dan janda justru mendapat bagian dari persepuluhan. Hal ini berlawanan dengan ajaran kebanyakan gereja zaman sekarang, di mana orang susah justru dihimbau untuk memberikan persepuluhan agar hidup mereka diberkati.

10. Setiap tiga tahun sekali, persepuluhan harus disimpan di rumah jemaat untuk dibagikan sebagai sedekah

Dalil yang satu ini mirip dengan UUD ’45 pasal 34 ayat 1, di mana fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara… uh, oh, jemaat gereja.

“Pada akhir setiap tiga tahun, engkau harus menyerahkan semua persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam gerbangmu. Maka orang Lewi, karena dia tidak memiliki bagian ataupun milik pusaka bersamamu, dan orang asing, anak yatim dan janda yang berada di dalam gerbangmu akan datang dan makan dan menjadi kenyang; supaya TUHAN, Allahmu, memberkatimu dalam segala pekerjaan tanganmu yang engkau lakukan.” (Ula 14:28-29, MILT)

Sekali lagi kita melihat hati Bapa yang sesungguhnya, yang begitu memperhatikan orang yang tak mampu. Persepuluhan disebar di rumah jemaat agar orang miskin beserta pendeta, pelayan dan seluruh jemaat gereja dapat menikmati berkat jasmani bersama-sama setiap tiga tahun sekali.

11. Yesus dan murid-murid tidak membayar persepuluhan

Yesus adalah tukang kayu. Murid-murid-Nya adalah penjala ikan. Berdasarkan dalil#7 dan dalil#9 di atas, kedua fakta ini seharusnya cukup untuk membuktikan bahwa Yesus dan para murid tidak membayar persepuluhan.

Namun demikian, saya tidak mau dituduh sesat oleh pembaca yang budiman. Ada sebuah hukum di Perjanjian Lama yang disebut sebagai the law of gleaning: gandum yang tertinggal di saat panen tidak boleh dipungut kembali oleh pemilik ladang, karena remah-remah ini diperuntukkan bagi orang miskin.

Apabila kamu menuai hasil panen dari tanahmu, janganlah menuainya habis sampai ke tepi-tepi ladangmu. Jangan mengambil gandum yang telah jatuh ke tanah. Tinggalkanlah itu untuk orang miskin dan orang asing di negerimu. Akulah TUHAN, Allahmu. (Ima 23:22 AYT)

Seperti dicatat dalam kitab Injil, Yesus dan murid-muridnya kedapatan memungut gandum.

eating-grain-on-the-sabbathPada waktu itu, Yesus berjalan melalui ladang gandum pada hari Sabat, dan murid-murid-Nya lapar, dan mereka mulai memetik bulir-bulir gandum, dan memakannya. Akan tetapi, ketika orang-orang Farisi melihatnya, mereka berkata kepada-Nya, “Lihat, murid-murid-Mu melakukan apa yang tidak dibenarkan untuk dilakukan pada hari Sabat.” (Mat 12:1-2, AYT)

Perhatikan bahwa orang-orang Farisi tidak menghardik Yesus karena memungut bulir-bulir gandum, melainkan karena melakukan pekerjaan di hari Sabat. Artinya Yesus dan murid-murid memang tergolong orang yang tak punya, sehingga tidak masuk kualifikasi sebagai golongan wajib persepuluhan.

12. Orang Yahudi saat ini tidak memberikan persepuluhan

Kalau Anda menganggap saya ngeyel, silakan google. Bahkan ada seorang rabi yang mengatakan bahwa memberi persepuluhan di zaman sekarang ini bisa dikategorikan ilegal. Kok bisa begitu? Karena dalil#1 di atas mengatakan hanya bani Lewi yang berhak menerima persepuluhan, sehingga membayarkan persepuluhan kepada orang non-Lewi merupakan tindakan melanggar hukum. Lagi pula Bait Suci  di Yerusalem telah dihancurkan pada tahun 70 Masehi oleh Romawi. Otomatis, hingga saat ini tidak ada satupun imam Lewi yang bertugas.

Sumber: Edwin Sianturi 

Click Lanjutan Artikel di bawah ini: 

Apakah Perpuluhan Untuk Orang Kristen Bagian 2 : Membongkar Mitos Maleakhi 3:10-11  

Apakah Perpuluhan Untuk Orang Kristen Bagian 3 : Abraham dan Melkisedek (Ibrani 7:2)